Jakarta (Netral.C0)- Riuh rendah berita pelantikan Presiden dan Wakil
Presiden Terpilih Joko Widodo- Jusuf Kalla mewarnai lini masa media
sosial hari ini.
Ada yang memberi ucapan selamat kepada presiden dan wakil presiden
terpilih, ada yang mengucapkan terima kasih kepada mantan presiden
Susilo Bambang Yudhoyono atas pengabdiannya selama menjabat Presiden RI
ke 6, dan ada juga yang memberi rasa hormat tinggi atas sikap Ketua
Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto,
kompetitor Jokowi pada Pemilihan Presiden 9 Juli lalu. Seperti yang
tertulis dalam facebook Sehanz Nza yang menilai Prabowo merupakan
seorang negarawan sejati.
“Saya kemarin tidak ikut memilih pada pemilu presiden, a.k.a. golput,
tapi hari ini saya lihat betapa Prabowo merupakan sosok negarawan
sejati. saat Jokowi berpidato dan menyebut nama Prabowo, beliau berdiri
dan memberi hormat kepada Jokowi. Siapa bilang Prabowo sakit hati dan
gagal move on? angkat topi dan standing applaus buat sang jenderal.
Berbeda sekali sikapnya dengan Megawati yang tidak pernah mau mengakui
SBY sebagai presiden, jangankan hadir di pelantikan SBY, tiap tahun
diundang menghadiri upacara kemerdekaan RI saja tidak pernah mau hadir.
10 tahun bukan waktu yang sebentar memendam sakit hati. ah, semoga
pemerintahan kali ini bisa lebih baik, independen tanpa campur tangan
pihak mana pun. aamiin,” tulisa Sehanz dalam status facebooknya. (mrsn)
Senin, 20 Oktober 2014
Majelis Syariah Disarankan Ambil Alih PPP
Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara kubu Ketua
Umum Suryadharma Ali dan Sekjen Romahurmuziy dipastikan masih akan
berlanjut bahkan cenderung makin memanas.
Meski Muktamar VIII yang berlangsung di Surabaya tidak diakui oleh Mahkamah Partai dan Majelis Syariah PPP, kubu Sekjen Romahurmuziy tetap melanjutkan muktamar yang berujung pada terpilihnya Romahurmuziy sebagai Ketum PPP yang baru.
Salah seorang kader PPP yang ditemui Netral.Co di arena muktamar lebih memilih agar Majelis Syariah segera mengambil alih kendali partai berlambang ka’bah tersebut. “Pastinya saya tidak bela sekjen (Romahurmuziy –red), saya berharap kendali partai diambil alih oleh Majelis Syariah,” tutur kader PPP yang bernama Guntari ini.
Bila konflik antara kubu SDA dan kubu Romahurmuziy tidak juga mereda, bisa diprediksi kendali partai akan diambil Majelis Syariah.
Sebelumnya, Mahkamah Partai PPP sendiri telah membuat putusan final terkait perpecahan SDA dan Romahurmuziy. Kedua kubu diperintahkan wajib melakukan islah, atau pelaksanaan Muktamar pergantian ketum akan diambil alih oleh Majelis Syariah PPP sebagai lembaga tertinggi partai.
Putusan Mahkamah PPP dikeluarkan pada Sabtu, 11 Oktober lalu. Putusan ini ditandatangani oleh Ketua Mahkamah PPP Chozin Chumaidy, dengan anggota-anggota Muchtar Azis, Yudo Paripurno, Aisyah Aminy, Machfudzoh Aly Ubaid, Ramly Nurhapy, Arman Remy, dan Sjaiful Rachman. (mrsn/zazuli)
Meski Muktamar VIII yang berlangsung di Surabaya tidak diakui oleh Mahkamah Partai dan Majelis Syariah PPP, kubu Sekjen Romahurmuziy tetap melanjutkan muktamar yang berujung pada terpilihnya Romahurmuziy sebagai Ketum PPP yang baru.
Salah seorang kader PPP yang ditemui Netral.Co di arena muktamar lebih memilih agar Majelis Syariah segera mengambil alih kendali partai berlambang ka’bah tersebut. “Pastinya saya tidak bela sekjen (Romahurmuziy –red), saya berharap kendali partai diambil alih oleh Majelis Syariah,” tutur kader PPP yang bernama Guntari ini.
Bila konflik antara kubu SDA dan kubu Romahurmuziy tidak juga mereda, bisa diprediksi kendali partai akan diambil Majelis Syariah.
Sebelumnya, Mahkamah Partai PPP sendiri telah membuat putusan final terkait perpecahan SDA dan Romahurmuziy. Kedua kubu diperintahkan wajib melakukan islah, atau pelaksanaan Muktamar pergantian ketum akan diambil alih oleh Majelis Syariah PPP sebagai lembaga tertinggi partai.
Putusan Mahkamah PPP dikeluarkan pada Sabtu, 11 Oktober lalu. Putusan ini ditandatangani oleh Ketua Mahkamah PPP Chozin Chumaidy, dengan anggota-anggota Muchtar Azis, Yudo Paripurno, Aisyah Aminy, Machfudzoh Aly Ubaid, Ramly Nurhapy, Arman Remy, dan Sjaiful Rachman. (mrsn/zazuli)
Muktamar PPP Kubu Romy dan SDA Tidak Sah
Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimoen Zubair menegaskan, Muktamar yang digelar oleh Sekretaris Jenderal Romahurmuziy dan Wakil Ketua Umum Emron Pangkapi, di hotel Empire Palace Surabaya 15-18 Oktober adalah tidak sah.
Menurut KH Maimoen, sebagaimana putusan mahkamah partai, maka muktamar dari pihak yang bersengketa, kedua-duanya tidak sah. Selain muktamar kubu Romy, kubu SDA berencana juga melangsungkan muktamar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada 23-26 Oktober mendatang.
“Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang sah adalah pihak konsisten kepada Muktamar VII Bandung dan berkantor di DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta,” kata Mbah Moen, panggilan akrab KH Maimoen Zubair dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (15/10).
DPP PPP Muktamar VII Bandung adalah yang dipimpin oleh Ketua Umum Suryadharma Ali dan Sekjen Romahurmuziy.
Ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan Chozin Chumaidy sendiri memastikan tidak ada anggota Mahkamah yang menghadiri Muktamar VIII PPP yang akan diselenggarakan dua kubu yang bertikai secara terpisah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP Rabu (15/10) berada di Manado untuk melakukan konsolidasi partai PPP wilayah Indonesia Timur. “Alhamdulilah yang hadir Sulawesi seluruhnya kecuali Sulawesi Barat (Sulbar), Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat,” ungkap mantan Menteri Agama RI ini.
Pelaksanaan Muktamar PPP sendiri yang dimulai kemarin, Rabu (15/10) di Surabaya di warnai aksi demo menuntut pembubaran muktamar oleh kubu SDA karena dianggap tidak sah dan tidak mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP). Sementara itu kubu Sekjen Romahurmuziy telah menyiapkan sejumlah skenario agar muktamar yang berlangsung hingga 18 oktober itu tetap sah dan legal secara hukum.
Kepala divisi humas mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny Frankie Sompie mengatakan secara prosedur yg berlaku setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak sedianya si penyelenggara mengantongi surat tanda terima pemberitahuan(STTP). Surat ini di terbitkan oleh Mabes Polri bila penyelenggara acara di lakukan di daerah, maka polda dimana pelaksanaan acara tersebut akan mengirim rekomendasi. Inilah yg akan menjadi pertimbangan pihak kepolisian apakah akan menrbitkan STTP tersebut atau tidak. “Kalau tidak ada surat tanda terima pemberitahuan ya ilegal “kata ronny. (Zazuli)
visi dan misi calon kepala desa
CALON KEPALA DESA MADIREDO 2013 - 2018
Visi :
Ø Menciptakan
Pemerintahan desa yang baik dan bersih guna mewujudkan Desa MADIREDO yang ber MARTABAT.
Ø Merakyat
Ø Amanah
Ø Ramah
Ø Terampil
Ø Agamis
Ø Bertanggung
jawab
Ø Aman
Ø Terbuka (transparan).
MISI :
MISI :
Ø
Melakukan reformasi birokrasi di jajaran
aparatur pemerintahan desa guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada
masyarakat
Ø
Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih,
terbebas dari korupsi serta bentuk-bentuk penyelewengan lainnya.
Ø
Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui
penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya dengan berbasiskan
pada potensi asli desa.
Ø
Melaksanakan program kesehatan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah
Ø
Mengelola aset desa yang ada untuk kepentingan
masyarakat
Ø
Meningkatkan prestasi olah raga dengan
melakukan pembenahan dan pembanguan sarana dan prasarana olah raga
Ø
Menjalin kerja sama dengan semua pihak,
seperti tokoh agama, tokoh masarakat dan tokoh kepemudaan untuk
mewujudkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
KEBIJAKAN UMUM
Bidang
Pemerintahan
1.
Penataan ulang kelembagaan dan aparatur
pemerintahan desa melalui penciptaan etos kerja berbasis prestasi
2.
Evaluasi menyeluruh terhadap segala bentuk
peraturan-peraturan desa yang tidak berorientasi kepada
kualitas pelayanan dan kesejahteraan rakyat.
3.
Melakukan penyegaran terhadap aparatur desa
dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat.
4.
Meningkatkan pengawasan total terhadap
pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemerintahan termasuk didalamnya
kegiatan yang didanai oleh negara dan masyarakat.
Bidang Perekonomian
1. Memperluas lapangan
kerja pada sektor-sektor produktif masyarakat, seperti pertanian, peternakan, perikanan,
industri kecil dan rumah tangga, pariwisata, serta usaha lainnya yang potensial dapat
meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
2. Meningkatkan sarana
dan prasarana wilayah yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap
perekonomian masyarakat
Bidang Kesejahteraan
Sosial
1.
Melningkatkan budaya gotong royong di tengah - tengah masyarakat
2.
Memaksimalkan pelayanan kesehatan dengan
mengoptimalisasikan lembaga-lembaga kesehatan yang ada.
3.
Meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan balita
melalui revitalisasi posyandu
4.
Mengupayakan untuk memberikan bantuan beasiswa
terhadap siswa yang perprestasi dan tidak mampu baik pendidikan dasar, pendidikan menengah
dan pendidikan tinggi.
5.
Mengintensifkan pemberantasan buta aksara
dengan membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM di
tingkat desa)
6.
Melakukan pembenahan terhadap taman bacaan,
perpustakaan desa dan layanan internet gratis agar masyarakat lebih minat untuk
membaca
7.
Meningkatkan kualitas infrastruktur desa yang
terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan hidup yang sehat,
alami dan lestari.
Bidang Keagamaan
1.
Memelihara tempat peribadahan yang sudah ada
dan menggalakan kegiatan keagamaan
2.
Memberikan kesejahteraan bagi para Ustad dan
guru mengaji
3.
Selalu konsultasi dan konsolidasi antara
pemerintah dan tokoh agama
Bidang Kepemudaan
1.
Membangun Sarana dan prasarana Olah raga
2.
Mengadakan kompetisi Tingkat Desa dengan Piala
Bergilir
3.
Mengadakan kerja sama dengan organisasi
kepemudaan
4.
Mengadakan pelatihan ketrampilan bagi pemuda
Langganan:
Komentar (Atom)



