Kamis, 18 Desember 2014

NU di Tahun Kebudayaan



Gelar Pameran Seni Lukis, Pentas Musik, Sastra dan Seminar Budaya


LESBUMI PWNU JATIM – Sehubungan dengan Tahun Kebudayaan yang dicanangkan Pemerintah Pronvinsi Jawa Timur, Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PWNU Jawa Timur menggelar serangkaian acara kesenian. Mulai dari Pameran Seni Lukis Kaligrafi, Pentas Sastra, Pentas Seni Albanjari, serta Seminar Kebudayaan.
Kegiatan bertajuk “NU di Tahun Kebudayaan 2014”, akan berlangsung 21 – 27 Desember 2014, di Gedung PWNU Jawa Timur, Jl Masjid Al-Akbar No 1 Surabaya. Acara akan dibuka Dirjen Kebudayaan Prof Kacung Marijan, PhD, Minggu tanggal 21 Desember 2014, pukul 15.00 WIB, diawali dengan Orasi Budaya oleh KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jawa Timur), sekaligus menandai dibukanya pameran lukisan kaligrafi yang menampilkan karya para seniman di Jawa Timur.
“Kegiatan ini merupakan respon Lesbumi PWNU Jawa Timur atas agenda Pemprov Jatim yang mencanangkan Tahun 2014 sebagai Tahun Kebudayaan. Sebagai bagian dari warga di provinsi ini, ternyata banyak seniman yang mempunyai beragam ekspresi lahir dari lingkungan Nahdliyin (sebutan akrab bagi warga NU).  Dengan kegiatan ini, Lesbumi ingin menunjukkan capaian tersendiri bagi NU di bidang kebudayaan, khususnya yang tercermin dalam berbagai ekspresi kesenian, seperti seni rupa, seni sastra, seni musik dan  pemikiran kebudayaan. Selain itu, ada juga digelar workshop kaligrafi oleh pakar kaligrafi HM Sulaihan SAg,” kata Nonot Sukrasmono, Ketua Lesbumi PWNU Jawa Timur, didampingi Ketua Pelaksana kegiatan Mashuri dan H Farid Ma’ruf (Sekretaris Lesbumi PWNU Jatim).
Pada pembukaan yang dimeriahkan pentas Musik Albanjari dari tuban, menurut Nonot, sejumlah kalangan telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Di antaranya, Wali Kota Surabaya, Konjen Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya. Selain itu, ada di antara pejabat yang diundang dan pengurus-pengurus PWNU Jatim, baik dari badan otonom maupun lembaga dan lajnah.
Dalam rangkaian kegiatan kesenian ini, workshop kaligrafi diadakan pada Senin, 22 Desember, pk 09.00 WIB, oleh pakar kaligrafi HM Sulaihan. Pada hari yang sama, mulai pukul 14.00 WIB, digelar Diskusi Budaya bertajuk “Kebudayaan dalam Pandangan Nahdlatul Ulama (NU)”, menampilkan pembicara Eros Djarot (sutradara dan pencipta musik, Jakarta), Acep Zamzam Noor (Penyair asal Pesantren Cipasung, Tasikmalaya) dan Suko Widodo (Dosen Komunikasi Unair), dipandu Ki Sinarto.
Di bidang sastra, akan diluncurkan penerbitan buku puisi berjudul “Tasbih Hijau Bumi”, sekaligus akan didiskusikan pada Selasa tanggal 23 Desember 2014, mulai pukul 14.00 WIB, dengan pembicara Binhad Nurohmat (Penyair, Jakarta), M. Shoim Anwar (Sastrawan Surabaya) dan dipandu Chamim Kohari (Mojokerto).
“Kami mengawali penerbitan buku sastra dengan 99 puisi, berusaha menunjukkan khazanah ekspresi dalam bentuk puisi yang dilakukan orang-orang yang mempunyai latar belakang santri dan hidup di lingkungan masyarakat NU,” kata Mashuri, ketua pelaksana kegiatan ini.
Pergelaran seni musik islami, dalam rangkaian ini menampilkan Musik Burdah dari Banyuwangi, Terbang Jidor dari Lamongan, Ketrung dari Tulungagung. Pentas ini diadakan pada Selasa, tanggal 22 Desember 2014, pk 19.00 WIB. Sedang pada Rabu, tanggal 23 Desember 2014, pukul 19.00 WIB, ditampilkan Pentas Musikalisasi Puisi bersama Kelompok Tikar Merah UIN Sunan Ampel Surabaya, Kelompok Sampan Tanpa Lautan dan Bengkel Muda Surabaya.
Sedang pada penutupan kegiatan ini, pada Sabtu, tanggal 27 Desember 2014, mulai pukul 15.00 WIB, dipentaskan Musik Patrol dari Sidoarjo, dan pemutaran film dokumentar “NU di Tahun Kebudayaan”.
Selama kegiatan ini berlangsung, Pameran Lukisan bisa disaksikan untuk umum, menampilkan karya para pelukis. Seperti, Nonot Sukrasmono, Nashar Batati, Khusnul Bahri, Andik Eko, Budi Sulaiman, Iwan Suwarno, Zainal AM, Nabila Dwi Gayatri, Lutfi Sakato, Wadji MS, Eddy Kuas, Sulton Akbar, Lukman, Amir Kiah, Farid, Edi Santoso, dan Samduro.
“Kami membuka seluas-luas kepada masyarakat dan publik seni untuk hadir dalam kegiatan, baik pameran, seminar dan pentas kesenian. Kami berharap masyarakat terbuka wawasannya tentang kesenian, khususnya bagian ekspresi para seniman di lingkungan NU dan masyarakat secara luas,” kata Nonot Sukrasmono.


Koordinator Humas:
HM Farid Ma’ruf (CP 0857 4971 8900), email: sanityasa@ymail.com

Nonot Sukrasmono (Ketua Lesbumi PWNU Jatim, CP: 0857 4674 0940 )
Mashuri (Ketua Pelaksana, CP 08133 1333 131)

Rabu, 17 Desember 2014

Ini foto Puan berseragam Pramuka dengan rok terlalu pendek



Jakarta (Netral.Co)- Dunia maya heboh dengan foto Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengenakan seragam Pramuka dengan rok terlalu pendek. Dikutip dari situs wikipedia.org, rok untuk seragam Pramuka seharusnya panjang 5 cm di bawah lutut. Namun, rok yang dikenakan Puan justeru diatas lutut. Puan saat itu hadir membuka Pertiwana Tingkat Nasional Pramuka di Cibubur Jakarta Timur.
Foto Puan mengenakan rok Pramuka terlalu pendek ini dikirim oleh akun facebook Abah EryHan ke grup facebook Sejuta Pramuka di Facebook pada 16 Desember 2014.  Diatas adalah salah satu fotonya. (mrsn)